Mr. Nafil Palil : Pendidikan Berkarakter dimulai dari orang Dewasa


MTsN IV ANGKAT CANDUNG

MULAI TERAPKAN PENDIDIKAN BERKARAKTER

DARI ORANG DEWASA

Kita sering berbicara tentang pendidikan berkarakter, namun kita sering mendapat kendalam dalam pelaksanaan pendidikan berkarakter tersebut. Berbagai metode dan cara diterapkan dalam mengaplikasi pendidikan tersebut.

Berbagai cobaan dan ujian menimpa akhlak generasi muda, sehingga  lemahnya ilmu dan iman, yang mencemarkan nama baik berbagai pihak, maka MTsN IV Angkat Candung mengambil langkah cepat mengisi jiwa siswa dengan menerapkan pendidikan berkarakter secara cepat di MTsN.

Mr. Nafik Palil Sang Motivator bersama Kepala MTsN IV Angkat Candung

“Pendidikan berkarakter dimulai dari orang dewasa” itulah kunci pelaksanaan pendidikan berkarakter yang diterapkan di MTsN IV Angkat Candung. Pendidikan berkarakter ini mulai dari guru diri sendiri yang memberikan contoh suritauladan  kepada seluruh siswa. Mulai 7 Mei 2012 pendidikan diterapkan dengan melaksanakan beberapa hal yang utama yang berprilaku baik, ada empat ikon pertama yaitu (1) melaksanakan shalat duha sebelum memulai kegiatan di MTsN IV Angkat candung, shalat duha ini dilakukan secara bersama-sama seluruh keluarga kecil MTsN IV Angkat Candung yang terdiri dari Kepala Madrasah, Wakil, Pegawai Tata Usaha, guru terutama siswa MTsN yang berjumlah 385 orang. Dengan pelaksanaan shalat duha ini mudah-mudahan semua benar-benar menyerahkan diri kepada Allah sebab akan memohon ilmu daripadaNya. Pelaksanaan shakat duha ini dilaksanakan di Ruang kelas IX yang kebetulan siswa tidak melakukan aktivitas belajar karena menunggu tanda lulus keluar,

Siswa MTsN Shalat Duha Bersama sebelum memulai Pelajaran dan Kegiatan

(2) bersedekah seadanya. Sedekah ini dilakukan setiap hari setelah melaknasakan shalat duha di hari pertama terkumpul sebesar seratus lima puluh ribu rupiah, dengan melaksnakan sadakah setiap hari dapat menanampkan kepedulian sesama dan pada lingkungan dana ini digunakan untuk kelancaran pembangunan musahalla yang sedang terbengkalai, (3) yang ketiga tetap menjaga uduk sepanjang waktu terutama sampai proses belajar mengajar berakhir jam 14.30, hal penting karena uduk adalah salah satu benteng yang berasal dari dalam diri untuk melindung dari perbuatan yang tercela, sehingga siswa dan para guru dalam mengawasi diri sendiri, (4) melakansakan puasa senin kamis secara kontinu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s